| a | r | a | L | e | ’s blog..

to share and joy ..

jual cepat: HardDisk External 120GB

Posted by missarale on 25 February 2008

JUAL CEPAT: HARDISK EXTERNAL

Size : 120 GB

Merk : Fujitsu Siemens (casing SOHO)

Baru Pakai 5 bulan

Harga : Rp 750.000 (NEGO)

100% bad sector free

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

TANAH DIJUAL

Posted by missarale on 25 February 2008

DIJUAL TANAH :

Luas : 108 M2

Alamat : Pondok Gede Permai Blok C-17 No. 11, Jati Asih, Bekasi.

- Bisa untuk usaha, karna lokasi di perempatan jalan -

Harga : Rp 80.000.000 (Masih Bisa Nego)

Jika Berminat Hub. 0813 84211 451

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

BELOVED MOM’

Posted by missarale on 25 February 2008

When you were 8 years old, your mom handed you an ice cream. You thanked her by dripping it all over your lap.

When you were 9 years old, she paid for piano lessons. You thanked her by never even bothering to practice.

When you were 10 years old she drove you all day, from soccer to football to one birthday party after another. You thanked her by jumping out of the car and never looking back.

When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.
You thanked her by asking to sit in a different row.

When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows. You thanked her by waiting until she left the house.

When you were 13, she suggested a haircut that was becoming. You thanked her by telling her she had no taste.

When you were 14, she paid for a month away at summer camp. You thanked her by forgetting to write a single letter.

When you were 15, she came home from work, looking for a hug. You thanked her by having your bedroom door locked.

When you were 16, she taught you how to drive her car. You thanked her by taking it every chance you could.

When you were 17, she was expecting an important call. You thanked her by being on the phone all night.

When you were 18, she cried at your high school graduation . You thanked her by staying out partying until dawn.

When you were 19, she paid for your college tuition, drove you to campus carried your bags. You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn’t be embarrassed in front of your friends.

When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried and told you how deeply she loved you. You thanked her by moving halfway across the country.

When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her. You thanked her by reading about the burden parents become to their children.An d then, one day, she quietly died.

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

JUAL Kartu Basket

Posted by missarale on 25 February 2008

Hi all,

Aku mau jual KARTU BASKET nih..

Pemain-pemain & team di tahun 1992-1997..

Kalau minat, comment ke blog ini aja, nanti aku respon..

Harga Nego kogg

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

QUESTIONS ARE THE ANSWERS

Posted by missarale on 22 February 2008

” The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing. One can’t help but be in awe when he contemplates the mysteries of eternity, of life, of the marvelous structure of reality. It’s enough if one tries merely to comprehend a little of this mystery every day. Never lose a holy curiousity ” (-Albert Einstein)

Alkisah, pada jaman dahulu di Amerika Serikat ada sebuah keluarga yang hidup sederhana. Salah seorang anak di keluarga tersebut dikenal sebagai anak yang kurang begitu pandai, bahkan akhirnya si anak tersebut dikeluarkan dari sekolah, karena sang guru menganggap bahwa sampai kapanpun juga si anak tidak mungkin bisa terus belajar, dengan kemampuan otaknya yang menurut sang guru dibawah rata-rata.  Tapi si anak tidaklah mudah putus asa dengan kondisi yang dialaminya. Dia selalu tertantang dan selalu menanyakan kepada dirinya sendiri, ” Bagaimana agar saya bisa mencapai kehidupan yang lebih baik ?Apa yang harus saya lakukan agar saya bisa dihargai oleh lingkungan saya ? ”  Pertanyaan-2 itulah yang terus menerus diucapkan oleh si anak.

Akhirnya, dengan perjuangan yang luar biasa, si anak bisa menciptakan bola lampu untuk pertama kalinya.  Ya, si anak yang dianggap kurang cerdas tersebut adalah Thomas Alfa Edison, seorang anak yang dianggap bodoh hingga dikeluarkan dari sekolahnya.  Namun pada akhirnya, dia dianggap menjadi salah satu orang yang patut dikenang sepanjang masa. Satu hal yang menarik untuk dicermati disini adalah, mengapa justru Thomas Alfa Edison yang kurang pendidikannya yang berhasil menciptakan bola lampu, mengapa bukan kakak atau adiknya ?  Bukankah mereka lahir dari keluarga yang sama, latar belakang yang sama, bahkan saudara-2nya memiliki keunggulan akademis yang tidak dimilikinya ? Kunci dari kesuksesan Edison, adalah pada pertanyaan yang sering diajukan pada diri sendiri.  Saat sesuatu terjadi pada dirinya, dia selalu mengajukan suatu pertanyaan yang mampu menantang dirinya untuk menyelesaikan hal tersebut.  Pertanyaan yang diawali dengan kata ” mengapa ” justru akan melemahkan kita saat suatu masalah timbul ; karena kata “mengapa” akan membuat kita mencari-cari suatu alasan mengapa kita mengalami kegagalan.  Pertanyaan dengan “mengapa” saat sedang menghadapi masalah akan membuat diri kita sebagai seorang korban, sebagai seorang yang harus dikasihani.  Sedang pertanyaan-2 yang diawali dengan kata “BAGAIMANA” akan terus memacu otak kita untuk berpikir mencari solusi bagi suatu permasalahan.  Dan pertanyaan-2 tersebut bukan saja dikatakan pada saat Edison memulai, tapi terutama saat dirinya mengalami serangkaian kegagalan dalam eksperimennya membuat lampu untuk pertama kali. Hal kedua, adalah pada pengalaman kita.

Edison berpendapat bahwa “PENGALAMAN ADALAH BUKAN APA YANG TERJADI PADA DIRI KITA. PENGALAMAN ADALAH APA YANG KITA LAKUKAN, SAAT SESUATU TERJADI PADA DIRI KITA“.   Saat sebuah kegagalan datang,  bukannya menyesal mengapa dia gagal, Edison justru dengan bersemangat selalu mengatakan  ” Akhirnya, saya menemukan lagi satu cara yang gagal dalam membuat bola lampu “.  Kegagalan direspons dengan cara yang positif oleh Edison, sehingga membuatnya terus maju dan mencapai tujuannya.Penanya terbaik di dunia adalah anak-anak.  Cobalah lihat tingkah laku mereka yang kreatif dan selalu ingin tahu.  Setiap kali mereka melihat sesuatu yang baru, akan selalu bertanya 

“ Mengapa begini ? ”, 

“ Mengapa begitu ? ”,  

“ Apa ini ? ”, 

“ Apa itu ? ”,  

“ Apa maksudnya ? ”,dan lain sebagainya.   

Ketidak tahuan anak-anak karena pikiran mereka masih polos dan kosong justru menjadi suatu kelebihan, karena mereka bisa mengisinya dengan berbagai hal dari pertanyaan-pertanyaan mereka.Namun sayangnya, dalam proses pertumbuhan kita dari anak kecil menjadi dewasa, lingkungan cenderung memberikan doktrin yang membatasi kemampuan dan keberanian kita dalam bertanya.

Orang yang banyak bertanya dianggap orang yang bodoh atau kurang cerdas. Cobalah sejenak kita mengingat masa kanak-kanak kita. Saat itu, apabila di dalam kelas guru bertanya, sebagian besar anak akan mengangkat tangan dan menjawab dengan antusias.  Tapi saat kita sudah menginjak bangku SMP misalnya, apabila guru bertanya siapa yang belum mengerti, hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang berani mengangkat tangan.  Sebagian mungkin  menundukkan muka, sedang sebagian yang lain berpura-pura sedang sibuk mengerjakan sesuatu.Walaupun mungkin ada beberapa siswa yang belum mengerti, namun ketidak ,mengertian itu lebih baik hanya disimpan di dalam hati, lebih baik diam … karena persepsi bahwa orang yang banyak bertanya dianggap orang bodoh.  Sungguh suatu doktrin yang seringkali tanpa sadar membatasi diri kita untuk berkembang. Bagaimana dengan diri kita saat ini, seberapa banyak diri kita telah berkembang melalui pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan ?   

Saat kita menghadapi suatu masalah, pertanyaan jenis apakah yang kita ajukan ?  

Apakah pertanyaan yang membuat diri kita sebagai suatu korban dari masalah, ataukah pertanyaan yang bisa menantang diri kita untuk mencari solusi ?   

PERTANYAAN YANG TEPAT, AKAN MENGHASILKAN SOLUSI YANG TEPAT PULA.   

Gunakan pertanyaan yang membangun setiap saat dalam setiap situasi, untuk mendorong diri kita lebih maju dan optimal dalam meraih tujuan.  

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Setiap Langkah adalah Anugerah

Posted by missarale on 22 February 2008

Seorang professor diundang untuk berbicara disebuah basis militer.
Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang.Banyak hal dilakukannya.  Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu ? tanya sang professor.  Melakukan apa ?  tanya Ralph. Dari mana Anda belajar  untuk hidup seperti itu ? desak sang professor.
 Oh, kata Ralph, selama perang …..
Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam.
Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah. katanya …….
Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. 
Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita   hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.

Nilai manusia …….
tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati,  melainkan bagaimana ia hidup.
Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.

Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini.
Hanya sedikit yang memikirkan  bagaimana mengubah dirinya sendiri.. 

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Sistem Paket Perkuliahan Merugikan Mahasiswa..

Posted by missarale on 22 February 2008

6 Juta 20 SKS per semester..

Secara gamblang, tawaran seperti ini cukup menarik. Sekilas nampak sepertinya mahasiswa tidak perlu repot-repot lagi memilah-milah mata kuliah yang akan diambil pada semester tersebut, menghitung-hitung antara mata kuliah yang ditawarkan dengan mata kuliah yang akan diambil.

Tapi ternyata SALAH besar..!!!

Dengan sistem Paket tersebut, mahasiswa tetap direpotkan dengan hal-hal tersebut.

Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata malah MERUGI. kenapa?

Karena, misalkan pada smester itu hanya ditawarkan 6 mata kuliah dengan bobot tiap mata kuliah 2SKS, maka total keseluruhan adalah 12 SKS ..!!!

Itupun jika mahasiswa mengambil semua mata kuliah pada smester tersebut. Bagaimana jika tidak???

Sedangkan pihak kampus menetapkan 6Juta untuk 20SKS.

Bagaimana jika ternyata pada smester tersebut tidak dapat mencapai 20SKS..??

Dan dapatkah sisa SKS tersebut dikumulatifkan menjadi free matakuliah di smester berikutnya..??

Ternyata jawabannya pun TIDAK.

Pihak akademik kampus tidak mau tahu mengenai hal ini.

Dari 6 juta yang dibayarkan, mahasiswa harus mengambil 20 SKS, sedangkan semester itu mahasiswa maksimal hanya bisa mengambil 12 SKS.. bagaimana dengan 8 SKS yang tersisa..???  sedangkan mahasiswa tetap membayar full 6 Juta..!!!

Kalau sudah begini, sistem ini hanya praktek kamuflase pihak kampus saja.

Mau cari ilmu kok malah di tipu !!!!

Posted in Tak Berkategori | No Comments »